Liburan di Korea

11:27 PM


 

                Pada tanggal 1 Januari 2017, saya pergi ke bandara Soekarno-Hatta. Mengapa? Ya, karena saya akan berlibur ke Korea Selatan. Liburan ini saya menggunakan jasa tur dan tidak berpergian secara sendiri, tetapi bersama keluarga saya dan juga keluarga lain.
                Pesawat saya berangkat malam dan pada sekitar pukul 09.00 pagi waktu Korea Selatan saya pun sampai di sana. Di sana saya disambut tour guide orang Koreanya bernama Ayu, fotografer bernama Suu, serta tour leader dari Indonesia bernama Amel. Saat saya keluar dari bandara Incheon, saya terkesima karena suhunya luar biasa: 2 derajat Celsius. Kalau saya bernapas yang keluar bukan hanya kata-kata tapi juga uap saking dinginnya.
                Dari bandara itulah saya langsung berlanjut ke restoran. Dimana di restoran itu saya makan sangat enak. Enak sekali makan panas-panas saat dingin-dingin begitu. Lalu saya ke seperti desa kecil bernama Petite France yang menjadi tempat syuting Running Man dan Secret Garden. Kemudian saya berlanjut ke pulau bernama Nami Island. Saya menggunakan ferry untuk ke situ, tadinya saya kira perlu 1 jam untuk ke pulau itu, tetapi ternyata hanya perlu 5 menit. Di ferry sangat dingin, apalagi di Nami Island. Setelah dari Nami Island saya ke tempat penginapan saya yaitu Oak Valley Resort, dimana saya mencoba tidur-tiduran di ondol atau kasur biasa yang dihamparkan di atas lantai.
                Esoknya saya pergi ke Mount Sorak. Mount Sorak sungguh keterlaluan dinginnya. Untuk mencapai ke puncak harus naik cable car, dan naik tangga. Naik tangganya super sangat susah, jadi jangan bawa nenek-nenek atau kakek-kakek ke puncak tersebut, apalagi saat musim dingin, karena suhunya sangat dingin dan tangganya diselimuti es. Saya terpleset 3x di situ, dan di puncak gunung tersebut masih ada salju ternyata! Itulah pertama kali saya melihat salju sungguhan.
                Esoknya pun saya baru ke Seoul. Seoul adalah ibu kota metropolitan, sehingga awalnya saya tidak berharap terlalu banyak, karena saya pikir paling sama seperti Jakarta. Seoul itu memang mirip-mirip sedikitlah dengan Jakarta, tetapi pikirkanlah Jakarta dengan jalan-jalan lebar, jarang ada kemacetan, orang-orangnya patuh lalu lintas, serta anginnya kencang dan suhunya sangat dingin.
                Hari pertama di Seoul saya ke tempat bernama Teddy Bear Museum, yang seperti namanya, merupakan museum Teddy Bear. Pertama kali saya ke sana saya diberikan sarung tangan plastik, dan saya terkejut karena masa ke museum Teddy Bear begini harus pake sarung tangan? Ternyata sarung tangan plastik itu hanya digunakan untuk memasuki labirin kacanya. Setelah selesai memasuki labirin sarung tangan plastiknya dibuang.
                Dari Teddy Bear Museum saya berlanjut ke Lotte World, yakni seperti Trans Studionya Korea. Saya tidak bermain terlalu banyak di sana karena antrinya sangat ramai. Dari Lotte World saya dan beberapa keluarga lain yang mau ke Hard Rock Café yang di Seoul dan membeli beberapa merch Hard Rock Café.
                Esoknya saya pergi ke toko Ginseng Korea. Harga satu kotaknya bisa mencapai 35 jutaan! Kemudian hari itu saya berbelanja-belanja di Dongdaemun dan di Myeongdong.
                Esoknya, yaitu hari terakhir, saya pergi ke N Seoul Tower, belajar membuat kimbap, memakai hanbok, dan ke toko obat pinus. Saya juga ke tempat kosmetik dan tempat Lotte Duty Free. Sorenya adalah yang saya paling suka, yaitu ke istana Gyeongbok Palace. Saya melewati istana kepresidenan Korea lho. Kemudian ada National Folklore Museumnya, jadi saya tahu kehidupan orang-orang Korea jaman dahulu.
                Esoknya saya pun kembali ke Jakarta. Korea adalah tempat yang lumayan berkesan dan saya berharap saya bisa kembali ke sana suatu hari.
               

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images